AgriHumanis: Journal of Agriculture and Human Resource Development Studies http://jurnal.bapeltanjambi.id/index.php/agrihumanis AgriHumanis: Journal of Agriculture and Human Resource Development Studies Balai Pelatihan Pertanian Jambi en-US AgriHumanis: Journal of Agriculture and Human Resource Development Studies 2721-2998 Restrukturisasi Sistem Pelatihan Kepemimpinan dalam Membentuk Calon Pemimpin Masa Depan: Pendekatan Studi Literatur http://jurnal.bapeltanjambi.id/index.php/agrihumanis/article/view/49 <p>Kepemimpinan yang efektif adalah bagian integral dari efektifitas suatu organisasi pemerintah. Oleh karena itu, artikel ini bertujuan memaparkan mengenai studi pengembangan system pelatihan kepemimpinan dalam rangka mempersiapkan calon pemimpin masa depan. Pelatihan kepemimpinan bagi organisasi pemerintah di Indonesia pada dasarnya telah menjadi konsen pemerintah sejak lama. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa secara umum penyelenggaraan pelatihan kepemimpinan sudah efektif. Akan tetapi, pelatihan kepemimpinan masih membutuhkan perbaikan khususnya pada dampak pelatihan terhadap kinerja organisasi. Pelatihan cenderung dianggap sebagai beban biaya, belum sebagai investasi yang dapat diukur tingkat pengembalian. Kondisi tersebut menuntut lembaga pelatihan kepemimpinan dapat mengembangkan kerangka strategi pendekatan secara holistic. Pendekatan tersebut dapat dilakukan melalui: 1) pengembangan calon peserta program pendidikan dan pelatihan melalui manajemen talenta; 2) restrukturisasi program pendidikan pelatihan melalui inovasi model program, pengembangan lembaga dan buying leaders dan 3) Integrasi program pendidikan dan pelatihan dengan lelang jabatan melalui pemanfaatan talent pool. Adanya integrasi dari ketiga pendekatan tersebut diharapkan dapat menghasilkan calon pemimpin masa depan yang handal dan berkarakter.</p> Zahron Helmy Ahmad Syariful Jamil Copyright (c) https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2020-04-06 2020-04-06 1 1 1 17 10.46575/agrihumanis.v1i1.49 Tingkat Keunggulan Komparatif dan Kompetitif Anggrek Indonesia di Pasar Jepang http://jurnal.bapeltanjambi.id/index.php/agrihumanis/article/view/50 <p>Sebagai negara dengan tingkat biodiversitas terbesar kedua di dunia, Indonesia memiliki potensi florikultura yang melimpah. Potensi tersebut antara lain potensi agroklimat, keragaman jenis, lahan, teknologi dan sumber daya manusia. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis daya saing ekspor anggrek Indonesia di pasar Jepang. Data perdagangan (ekspor) anggrek Indonesia dengan kode pos tarif/ HS 0602 digunakan untuk menjawab tujuan penelitian. Revealed Symmetry Comparative Advantage (RSCA) dan Export Competitiveness Index (ECI) masing-masing digunakan untuk menganalisis keunggulan komparatif dan kompetitif. Indonesia memiliki pangsa ekspor lebih rendah dibandingkan dengan negara eksportir lainnya. Indeks RSCA menunjukkan bahwa Indonesia bersama dengan negara eksportir lainnya tidak memiliki keunggulan komparatif di pasar anggrek Jepang. Relatif tidak berdaya saingnya negara eksportir tersebut secara komparatif mengindikasikan bahwa pasar anggrek Jepang relatif kompetitif. Berbeda halnya dengan keunggulan komparatif, Indonesia memiliki keunggulan kompetitif. Kondisi tersebut mengindikasikan bahwa anggrek Indonesia memiliki daya saing kompetitif dalam berkompetisi dengan negara eksportir lainnya. Untuk meningkatkan daya saing anggrek Indonesia diperlukan pengembangan sistem informasi khsusnya dalam melakukan promosi ke pasar tujuan. Promosi yang gencar diperlukan untuk menciptakan peluang pasar baru bagi anggrek Indonesia.</p> Harniati Harniati Ahmad Syariful Jamil Copyright (c) https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2020-04-06 2020-04-06 1 1 18 27 10.46575/agrihumanis.v1i1.50 Pengaruh Subjective Norm Terhadap Intensi Berwiratani Pada Mahasiswa Pertanian Di Aceh http://jurnal.bapeltanjambi.id/index.php/agrihumanis/article/view/57 <p>Sumberdaya manusia disektor pertanian mayoritas merupakan sumberdaya manusia dengan usia lanjut. Rendahnya kotribusi pemuda dikarenakan tingginya risiko disektor pertanian. Sektor pertanian sangat membutuhkan anak muda yang kreatif dan inovatif serta berorientasi kepada kegiatan kewirausahaan. Sehingga penting untuk menganalisis pengaruh Subjective Norm terhadap intensi berwiratani bagi mahasiswa pertanian yang berada di Aceh. Penelitian dilakukan pada mahasiswa pertanian yang berada di Aceh dengan jumlah responden sebanyak 150 orang. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan menggunakan regresi ordinal. Keseluruhan variable dari Subjective Norm memiliki pengaruh signifikan terhadap intensi mahasiswa pertanian dalam berwiratani. Subjective Norm yang berasal dari Orang tua, keluarga, tim bisnis, dan konsultan bisnis berpengaruh terhadap Intensi.</p> Ridha Rizki Novanda Copyright (c) https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2020-04-06 2020-04-06 1 1 28 35 10.46575/agrihumanis.v1i1.57 Pengaruh Rentang Suhu Distilasi Fraksinasi Terhadap Kadar Patchouli Alcohol (PA) Pada Minyak Nilam http://jurnal.bapeltanjambi.id/index.php/agrihumanis/article/view/52 <p>Minyak nilam adalah salah satu produk minyak atsiri yang menjadi komoditi ekspor andalan Indonesia. Kadar patchouli alcohol (PA) merupakan salah satu indikator yang menentukan kualitas minyak nilam. Minyak nilam merupakan hasil penyulingan daun tanaman nilam (Pogestemon cablin Benth). Salah satu cara untuk meningkatkan mutu minyak nilam adalah dengan mengisolasi patchouli alcohol yang terkandung didalamnya dengan menggunakan metode distilasi fraksinasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh rentang suhu distilasi fraksinasi terhadap kadar patchouli alcohol (PA). Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan analisis deskriptif. Penelitian ini dilakukan dengan rentang suhu distilasi fraksinasi dibagi menjadi 3 cut yaitu cut 1 (230-283 ℃), cut 2 (283-290 ℃) dan cut 3 (290-300 ℃). Proses distilasi menggunakan mesin B/R Instrument Spinning Band Distillation System Model 36-100 yang terintegrasi dengan komputer. Pengamatan yang dilakukan adalah kadar patchouli alcohol (PA) pada masing-masing rentang suhu distilasi fraksinasi. Pengukuran kadar patchouli alcohol (PA) menggunakan GC-MS. Hasil uji GC-MS menunjukkan bahwa terjadi peningkatan antara minyak awal dan setelah minyak dilakukan proses distilasi fraksinasi. Minyak nilam awal memiliki kadar patchouli alcohol sebesar 25,16%. Hasil menunjukkan bahwa fraksi yang memiliki kadar patchouli alcohol yang tertinggi pada cut 3 yaitu 90,38%.</p> Puji Lestari Sarifah Nurjanah Efri Mardawati Copyright (c) https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2020-04-06 2020-04-06 1 1 36 42 10.46575/agrihumanis.v1i1.52 Ketersediaan Hara Makro Pada Beberapa Sistem Manajemen Lahan Sawah Serta Produksi Tanaman Padi (Oryza sativa L.) http://jurnal.bapeltanjambi.id/index.php/agrihumanis/article/view/53 <p>Untuk mengetahui ketersediaan hara makro berupa nitrogen (N), fosfor (P), dan kalium (K) pada lahan sawah dengan sistem manajemen lahan yang berbeda, maka telah dilakukan penelitian di Jorong Air Hangat Nagari Tanjung Betung Kecamatan Rao Selatan, Kabupaten Pasaman-Sumatera Barat. Penelitian ini menggunakan metode komparatif dengan membandingkan ketersediaan hara makro yang ada pada lahan sawah yang dikelola secara tradisional (mengolah dengan menggunakan tajak/cangkul), transisi (peralihan dari tradisional ke modern), dan modern (mengolah dengan menggunakan mesin traktor). Pada masing-masing lahan diambil sampel melalui profil dan ring sampel dengan kedalaman 0-10, 10-20, 20-30, 30-40, dan 40-50 cm menunjukan hasil yang berbeda signifikan dan mempengaruhi karakteristik tanah. Pada manajemen tradisional, kandungan C organik mencapai 176.63 ton/ha, N-total sebesar 7.95 ton/ha, P2O5 sebesar 0.36 ton/ha, dan K2O sebesar 19.43 ton/ha. Pada lahan yang dikelola secara modern, kandungan C-organik mengalami penurunan sebesar 47.46 % (92.79 ton/ha) dan kandungan kalium juga mengalami penurunan sebesar 20.50 % (15.12 ton/ha). Sebaliknya, kandungan N total mengalami peningkatan sebesar 9.03 % (8.74ton/ha) dan P2O5 sebesar 14.28 % (0.42 ton/ha) yang merupakan indikasi rendahnya kualitas lahan untuk musim tanam selanjutnya sehingga dibutuhkan input yang banyak untuk musim tanam selanjutnya. Sedangkan pada lahan transisi hanya sedikit terjadi perubahan kualitas hara tanah. Hasil penelitian juga menunjukkan rendahnya produksi tanaman padi pada lahan tradisional (3.40 ton/ha) jika dibandingkan modern (5.40 ton/ha) sehingga perbaikan kualitas lahan dapat dilakukan dengan penambahan pupuk kimia setengah rekomendasi pada lahan tradisional dan penambahan ameliorant pada lahan modern.</p> Lilian Safitri Copyright (c) https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2020-04-06 2020-04-06 1 1 43 54 10.46575/agrihumanis.v1i1.53 Pengaruh Penyimpanan Dingin Terhadap Sosis Daging Sapi yang Ditambahkan Ekstrak Kulit Buah Naga Merah http://jurnal.bapeltanjambi.id/index.php/agrihumanis/article/view/54 <p>Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh penyimpanan dingin pada sosis daging sapi yang ditambahkan ekstrak kulit buah naga merah. Ekstrak kulit buah naga merah yang ditambahkan sebanyak 40% pada adonan sosis. Sosis disimpan pada suhu dingin (±4 °C) selama 20 hari. Perlakuan penyimpanan dingin pada penelitian ini dianalisis pada hari ke-0, 5 10, 15 dan 20. Data diolah dengan analisis ragam (ANOVA) dan dilanjutkan uji perbandingan berganda menggunakan uji Duncan. Hasil analisis menunjukkan bahwa penyimpanan dingin selama 20 hari berpengaruh nyata pada nilai pH dan aw sosis daging sapi yang ditambahkan ekstrak kulit buah naga merah. Nilai pH menurun sampai hari ke-20. Nilai aw menurun sampai hari ke-15 dan stabil di hari ke-20. Stabilitas emulsi sosis daging sapi selama 20 hari penyimpanan dingin tidak berpengaruh nyata dan hasilnya adalah 100%. Perlakuan penyimpanan dingin efektif mempertahankan angka lempeng total sampai hari ke-20 pada sosis daging sapi dengan penambahan ekstrak kulit buah naga merah.</p> Fitri M Manihuruk Copyright (c) https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2020-04-06 2020-04-06 1 1 55 60 10.46575/agrihumanis.v1i1.54 Prevalensi Terjadinya Caseous Lymphadenitis Pada Kambing Shaanen BBPKH Cinagara http://jurnal.bapeltanjambi.id/index.php/agrihumanis/article/view/55 <p>Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui prevalensi (tingkat kejadian) penyakit Caseous Lymphadenitis yang ditandai dengan timbulnya abses pada limfoglandula superfisial atau internal pada kambing Shaanen. Data diambil dari kasus kejadian abses Caseous Lymphadenitis khususnya pada Kambing Shaanen yang ada di Peternakan Kambing BBPKH Cinagara - Bogor. Data yang digunakan meliputi catatan gejala klinis serta hasil bedah bangkai (nekropsi) kambing Shaanen yang mati diduga karena menderita Caseous Lymphadenitis. Data yang diperoleh dianalisis sesuai dengan literatur rujukan. Nilai prevalensi dihitung dengan cara menghitung jumlah Kambing Shaanen yang mengidap abses dibagi jumlah total Kambing Shaanen dikali dengan 100%. Hasil penelitian prevalensi Caseous Lymphadenitis pada Kambing Shaanen adalah 100%. Penelitian lanjutan yang dapat dilakukan diantaranya adalah untuk melihat gambaran hasil pemeriksaan darah dan identifikasi mikroorganisme penyebab yang dikoleksi dari abses Kambing Shaanen penderita Caseous Lymphadenitis serta mencari faktor – faktor resiko penyebab abses tersebut.</p> Fera Aryanti Farissa Romadhiyati Copyright (c) https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2020-04-06 2020-04-06 1 1 61 67 10.46575/agrihumanis.v1i1.55 Performa dan Karkas Kelinci Jantan Lokal (Lepus nigricollis) yang diberi Ransum Megandung Limbah Wine Anggur Terfermentasi http://jurnal.bapeltanjambi.id/index.php/agrihumanis/article/view/56 <p>Penelitian ini dilakukan di Desa Tejakula, Buleleng. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok, dengan lima perlakuan ransum dan empat kelompok berat badan sehingga terdapat 20 unit percobaan. Kelinci-kelinci dialokasikan secara acak kedalam lima perlakuan, yaitu kelinci-kelinci yang mendapat Perlakuan P0: Ransum tidak menggunakan limbah wine anggur terfermentasi dan non fermentasi (Ransum Kontrol), P1: menggunakan 5% limbah wine anggur terfermentasi, P2: menggunakan 10% limbah wine anggur terfermentasi, P3: menggunakan 5% limbah wine anggur non fermentasi dan P4 : menggunakan 10% limbah wine anggur non fermentasi. Ransum dan air minum diberikan secara ad_libitum. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa performa kelinci jantan lokal yang diberikan ransum dengan tambahan limbah wine anggur terfermentasi dan non terfermentasi sampai level 10% (P1, P2, P3 dan P4) menunjukan hasil yang lebih tinggi dari perlakuan ransum kontrol (P0). Variabel karkas juga menunjukan hal yang sama yaitu (P1, P2, P3 dan P4) menghasilkan karkas lebih tinggi dari pada ransum kontrol (P0). Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa performa dan karkas kelinci jantan lokal tidak menunjukan perbedaan.</p> I Gede Mahardika Atmaja Andi Baso Kresna Copyright (c) https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2020-04-06 2020-04-06 1 1 68 76 10.46575/agrihumanis.v1i1.56